Minggu, 27 November 2011

(GoVlog) Pentingnya Agama dalam penanganan Seks Bebas

Semua agama pasti menentang adanya perilaku seks bebas, apalagi penduduk indonesia mayoritas beragama islam yang jelas-jelas menganggap bahwa seks bebas itu haram. Kenyataanya, budaya yang berkembang menganggap seks itu hal yang biasa, padahal seks itu juga bisa menyebabkan sesuatu hal yang negatif, tetapi kenapa masih banyak remaja yang berhubungan di luar nikah?. Faktor yang menyebabkan banyak remaja terjerumus dengan seks bebas, karena kurangnya pemahaman islam dalam dirinya. Pertentangan islam dan budaya termasuk salah satu masalah dalam penganggulangan HIV/AIDS.

Agama mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu penanggulangan HIV/AIDS. Pendidikan agama sejak dini mempunyai andil yang cukup besar dalam penanggulangan HIV/AIDS, tetapi budaya di beberapa negara yang berkembang menyebabkan adanya pertentangan antara ideologi agama, dan ideologi liberalisme.

Ideologi agama menjadi pokok suatu pemecahan dalam penanganan AIDS. Hal yang mendasari terjadinya seks bebas adalah kurangnya pemahamannya agama. Seperti kita ketahui agama bersifat mengatur, Agama menjadi pendorong, penggerak serta pengontrol bagi tindakan-tindakan manusia agar tetap sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan di masyarakat, ajaran moral yang diajarkan itulah yang menjadi pegangan utama bagi para pemeluknya, sehingga dengan agama itulah manusia akan menahan diri dari perilaku seks bebas.

Menurut saya pribadi, di agama ada tiga  kenikmatan, yaitu makan, tidur, dan seksual. kita harus menjalaninya dalam batasan-batasan tertentu. Batasan itulah yang kini harus kita pelajari. Remaja sekarang umunya tidak puas dengan apa yang didapat yang menyebabkan hal-hal yang negatif menjadi di luar batas.

Bisa dibilang dunia sekarang seperti masa jahiliyyah (jaman kegelapan). Kita lihat di realita, pemerkosaan sering terjadi, seks bebas merajalela, dan masih banyak hal negatif  lainnya, lalu ap bedanya dengan jaman jahilliyah?, tentu saja sama. Untuk merubah itu semua kita harus belajar dari budaya agama dan diri kita sendiri.

Cinta kepada tuhan harus ditanamkan kepada diri kita masing-masing, bukannya cinta dalam segi erotis, karena hal itulah yang menyebabkan seks bebas semakin banyak terjadi. Bila kita cinta akan tuhan , pastinya kita akan takut melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.

Intinya adalah semua agama pasti melarang dengan adanya seks bebas, nilai keagamaan kita menjadi pencegah terjadinya seks bebas. Pandangan ideologi yang berbeda juga menjadi penyebab adanya seks bebas. maka dari itu, pendidikan agama lah yang harus menjadi dasar kita untuk menanggulangi HIV/AIDS, sehingga agama dan budaya bisa berdampingan dalam hal yang positif.


Solid-Universitas Brawijaya-Malang-Jawa Timur 20:52 27/11/2011 rizky ashar murdiono





1 komentar:

  1. Istilah FREE-SEX ini sangat bias dan multi-tafsir bahkan salah sasaran, dan mungkin membodohi juga. Karena jika dimaknai free = freedom = bebas, maka hubungan seks itu memang HARUS dilakukan dengan bebas tanpa tekanan atau intervensi atau paksaan dari siapapun..
    Mungkin kata-kata free-sex sudah harus dirubah dengan kata lain yang lebih tepat sasaran, seperti seks aman dan bertanggung jawab.. atau kata lain yang lebih tepat dan smart tentunya..

    BalasHapus