Senin, 28 November 2011

(GoVlog) Penyuluhan Mini HIV/AIDS bersama Tegazs

Kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS menyebabkan terjadinya diskriminasi terhadap kaum ODHA. semua orang belajar tentang HIV/AIDS di lingkungan sekolah hanya secara teoritis saja, tetapi sayangnya, kepedulian kepada ODHA masih belum tertanam dalam diri mereka masing-masing. Hal itulah yang mendorong saya dan teman-teman tegazs (tim penanggulangan dan pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS) untuk melakukan penyuluhan mini tentang hiv/aids, khususnya di lingkungan kampus. Acara ini bertujuan agar nantinya semua orang bisa mengenal lebih dalam HIV/AIDS dan tidak menimbulkan stigma-stigma negatif kepada para ODHA.

Teman-teman Tegazs telah menyiapkan penyuluhan ini sejak lama. Materi penyuluhan mulai kita perdalam lagi. Tidak hanya itu saja , kita juga menyiapkan stiker untuk teman-teman yang nantinya akan kita bagikan. Saya dan teman-teman tegazs sudah siap sejak jam tiga sore, penyuluhan ini sempat terhalang karena turun hujan, Untungnya hujan berlangsung tidak lama, sesudah itu kita langsung menuju tempat-tempat berkumpulnya mahasiswa mulai dari cafetaria dan gazebo mahasiswa. 

Kita menargetkan penyuluhan ini tidak hanya untuk para mahasiswa saja, justru kita berharap semua kalangan bisa mengikuti penyuluhan mini ini, mulai dari mahasiswa, dosen, dan pegawai kampus. Salah satu teman LSM yang mengikuti penyuluhan ini yaitu mas aris dari Universitas airlangga surabaya. , kita semua banyak berdiskusi dengan beliau . Mas aris adalah salah satu penggerak LSM islam di surabaya. Saat itu mas aris juga menyempatkan waktunya untuk memberikan ilmu keagamaan kepada saya dan teman-teman.

penyuluhan





Materi yang kita sampaikan mulai dari NAPZA, HIV/AIDS, dan yang terpenting adalah  membentuk kepedulian kepada para ODHA. Saya dan teman-teman tegazs juga sempat berdiskusi hubungan antara agama dan HIV/AIDS bersama mas aris, respon yang kita dapat saat itu sangat positif. Kita tidak hanya belajar HIV/AIDS secara teoritis saja, di penyuluhan ini kita juga bisa sekaligus memperdalam agama. 

Penyuluhan ini akan berlangsung secara rutin. Saya berniat melakukan penyuluhan ini tidak hanya di lingkungan kampus saja. justru di lingkungan sosial pun kita juga bisa memberikan penyuluhan ini contohnya di mal-mal, alun-alun, dan lingkungan masyarakat lainnya.

Penyuluhan mini bersama teman-teman tegazs ini hanya sebagian kecil saja untuk membantu para ODHA. kita berharap dari edukasi yang kita berikan ini bisa membentuk rasa peduli dengan sesama, khususnya dengan para ODHA, sehingga ODHA tidak lagi merasa terdiskriminasi. Kampanye tentang HIV/AIDS tidak hanya kegiatan ini saja, masih banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya untuk membantu para ODHA. lalu bagaimana dengan teman-teman semua, bagaiman cara kalian untuk membantu ODHA? 


Solid-Universitas Brawijaya-Malang-Jawa Timur 21:57 28/11/2011 Rizky ashar murdiono



                                                                   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar